teknik-wasit-juri-dalam-memimpin-dan-menilai-pertandingan-pencak-silat


Wasit dan Juri Pencak Silat yang bertugas pada Kejuaraan Pencak Silat, baik pada kategori Tanding maupun kategori TGR (Tunggal Ganda Regu), tentunya sudah paham betul apa yang menjadi tugasnya sebagai Wasit atau Juri pada pertandingan Pencak Silat yang dilaksanakan.

Tetapi berdasarkan pengalaman saya ketika bertugas memimpin atau menilai pada kejuaraan pencak silat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yakni Teknik Wasit Juri Dalam Memimpin Dan Menilai Pertandingan Pencak Silat, sehingga Kejuaraan Pencak Silat dapat terlaksana dengan baik, tertib dan lancar, tidak ada yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan juri

 

Teknik Wasit Dalam Memimpin Pertandingan Pencak Silat

Sebelum Pertandingan Pencak Silat kategori tanding dimulai dan setelah atlet dipanggil oleh announcer untuk memasuki gelanggang pertandingan, maka Wasit mempersilahkan kedua pesilat untuk memasuki gelanggang pertandingan, memberi hormat kepada Pelatih, memberi hormat kepada Wasit dan memberi hormat kepada Ketua Pertandingan.

Kemudian Wasit melakukan pemeriksaan terhadap kedua pesilat, apakah kelengkapan pertandingan sudah lengkap dan dipakai dengan benar atau belum, utamanya adalah body protector, pelindung kemaluan, sabuk sudut merah atau sudut biru. Jika atlet berkuku panjang harus dipotong terlebih dahulu kukunya, kalau pelindung kemaluan belum dipasang maka harus dipasang terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari cedera yang berlebih apabila terjadi serangan salah sasaran atau akibat terjadi salah bela.

Setelah selesai pemeriksaan dilanjutkan dengan memberikan nasehat atau pesan-pesan singkat kepada kedua pesilat. Biasanya yang saya lakukan adalah memberikan nasehat agar bertanding dengan sportif dan jujur, mencari point atau nilai yang banyak dengan serangan (pukulan atau tendangan) hanya ke bagian body saja, daerah kemaluan dan leher keatas tidak boleh diserang karena itu adalah pelanggaran. Lebih ditekankan kepada kedua pesilat untuk bertanding secara sportif dan jujur, tidak boleh ada pelanggaran.

Setelah memastikan kedua pesilat siap untuk bertanding, kemudian memberikan isyarat kepada Juri 1 sampai Juri 5, memberi isyarat kepada Dewan, memberi isyarat kepada Ketua Pertandingan, juga memberi isyarat kepada Dokter Pertandingan bahwa kedua pesilat siap untuk bertanding dan pertandingan siap untuk dimulai. Wasit kemudian memberikan aba-aba persiapan dengan suara yang lantang, “BERSEDIA, PASANG, MULAI!”

Wasit yang memimpin pertandingan harus selalu fokus memperhatikan kedua pesilat selama pertandingan berlangsung, menjaga jarak untuk sudut pandang yang ideal, yaitu tidak terlalu dekat dengan pesilat tetapi juga tidak terlalu jauh. Kalau perlu Wasit juga bisa memberikan arahan kepada pesilat, misalnya ‘Pasang yang bagus, Langkah silat, jangan di pinggir, ke tengah’.

Jika Wasit mampu menguasai gelanggang pertandingan pencak silat dan dapat memberikan keputusan yang tepat, akan menjadikan sebuah pertandingan Pencak Silat yang berkualitas, enak dilihat dan nyaman untuk ditonton. Oleh karena itu aba-aba Wasit harus jelas, lantang suaranya dan bahasa tubuh mudah untuk dipahami.

Wasit segera memberikan Aba-aba Berhenti jika melihat serangan sudah enam kali berturut-turut, salah satu pesilat keluar dari garis gelanggang, salah satu pesilat menangkap dan berusaha menjatuhkan lawannya tetapi tidak berhasil selama lima detik, melihat pesilat melakukan pelanggaran seperti merangkul leher, menarik baju lawan dan lainnya.

Jika melihat kedua pesilat berangkulan atau tarik-tarikan segera hentikan pertandingan untuk menghindari salah satu atau kedua pesilat jatuh. Hal inilah yang biasanya Wasit salah dalam memberikan keputusan jatuhan sah atau tidak sah.

Wasit harus jeli melihat gerak serang-bela kedua pesilat, jika salah satu  atau keduanya kemudian jatuh, maka Wasit harus segera memberikan keputusan jatuhan sah atau tidak sah. Berikan keputusan sah kalau jatuhan itu menurut kita sah karena tidak ada pelanggaran. Tetapi kalau menurut kita tidak sah maka putuskan jatuhan tidak sah, dan berikan alasannya kenapa tidak sah, misalnya ada tarikan, jatuhan bertumpuk, jatuhan di luar garis, lebih dari 5 detik dan lainnya.

Kalau ada sedikit ragu untuk memutuskan bisa langsung menengok sekejap kearah Ketua Pertandingan. Kalau Ketua Pertandingan tidak merespon, segera putuskan sesuai pengamatan kita, sah atau tidak. Kalau Ketua pertandingan merespon dengan mengangguk berarti jatuhan sah, tetapi kalau menggelengkan kepala berarti jatuhan tidak sah.

 

Teknik Juri Dalam Menilai Pertandingan Pencak Silat

Setelah Juri memasuki gelanggang dan duduk di tempat tugasnya, baik sebagai Juri 1, Juri 2, Juri 3, Juri 4 atau Juri 5, sebaiknya segera mengecek alat penilaian baik penilaian secara manual atau digital. Jika menggunakan kertas manual dapat langsung mengisi di bagian kolom nomor juri, nama juri dan membubuhkan tanda tangan pada kolom yang disediakan. Jika menggunakan penilaian digital, dapat kita lakukan pemeriksaan fungsi alatnya apakah berfungsi dengan baik atau tidak dengan cara menekan tombol angka dan kembali menghapusnya.

Jika alat penilaian sudah dapat berfungsi dengan baik dan Wasit memberikan kode jempol bahwa pesilat siap untuk bertanding, maka Juri sudah harus mulai fokus memperhatikan kedua pesilat yang akan bertanding. Selama pertandingan berlangsung, tugas juri adalah memperhatikan kedua pesilat yang bertanding, memberikan penilaian terhadap serangan pesilat yang masuk, memberi masukan kepada keputusan Wasit berdasarkan pengamatan jika diperlukan, dan memastikan memasukkan nilai dengan benar (tidak salam kamar/sudut).

Penting diingat oleh Juri, jangan memberikan jumlah nilai akhir yang sama kepada kedua pesilat. Karena hal ini dapat membingungkan kita dalam memutuskan sudut mana pemenangnya, kecuali kita sudah paham betul urutan kemenangan jika nilainya sama, tambahkan saja nilai 1 pada salah satu pesilat yang menurut pengamatan kita lebih baik.

Jika menggunakan alat penilaian digital, setelah ada jatuhan sah maka segera tuliskan nilai jatuhannya dengan nilai 3 atau 1 + 3, dan segera tengok ke arah Dewan apakah kita sudah memasukkan nilai dengan benar. Jika Dewan memberi kode jempol berarti betul, jika Dewan memberi kode tiga jari berarti nilainya 3 dan jika Dewan memberi kode jari 1 + 3 berarti nilainya 1 + 3, segera perbaiki jika penulisan kita salah.

Ketika keputusan Wasit dianggap kurang pas oleh Ketua Pertandingan, maka Wasit akan dipanggil dan Juri akan dimintai pendapatnya. Jawaban Juri hanya ada dua pilihan, sah atau tidak, ada pelanggaran atau tidak. Sebagai juri harus memberikan pendapatnya sesuai pengamatannya, tidak boleh menjawab tidak tahu.

nomortogelku.xyz Nomor Togel Hari Ini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


9 − six =