Catatan Tugas Wasit Juri Pencak Silat Pada Kejuaraan Pencak Silat Menpora Cup 2018

Alhamdulillah, hari ini Minggu tanggal 18 Nopember 2018, saya masih diberikan kesempatan dan dapat melaksanakan tugas sebagai Wasit dan Juri Pencak Silat pada Kejuaraan Pencak Silat Menpora Cup 2018 di GOR Ciracas Jakarta Timur. Bersyukur kepada Allah SWt, kejuaraan ini berlangsung dengan tertib dan lancar, sukses dan selamat.

Selalu ada cerita setiap kali selesai melaksanakan tugas sebagai Wasit dan Juri Pencak Silat, tentunya itu akan menjadi kenangan dan penyemangat untuk terus menginspirasi dan meningkatkan kompetensi diri agar pada tugas kejuaraan pencak silat berikutnya dapat lebih baik dan lebih bagus lagi.

Banyak hal yang bisa dijadikan cerita baik dari sisi tugas sebagai Wasit Juri Pencak Silat, Pelatih Pencak Silat Tanding maupun Atlet Pencak Silat Tanding. Tergantung juga nanti bagaimana kita menyikapinya.

Saya mulai cerita saya dari keharuan saya melihat seorang pesilat dari Atlet PSHT Cabang Ponorogo yang bertanding pada Partai Final Kelas C Putri, yaitu Reni Pangestika (PSHT Ponorogo) berhadapan dengan Elsa Marliza Ali (MP Joglo), dan saya saat itu duduk menilai sebagai Juri 5.

Sepanjang pertandingan saya merasa terharu melihat akhlaknya yang terpuji. Hal itu terlihat dari bagaimana ia bersikap, salim dulu dengan pelatihnya saat akan turun ke gelanggang, selalu membantu lawannya untuk bangun saat terjatuh, serang belanya meyakinkan dan tidak mengulur-ulur waktu.

Selain itu ia juga terlihat santun dan tidak sombong, kesantunannya itu terlihat dari sikapnya yang selalu rendah hati, saat lawannya berhasil dijatuhkan ia bantu membangunkannya. Keberhasilannya menjatuhkan lawan tak lantas membuatnya berjingkrak-jingkrak kesenangan, justru ia langsung membantunya bangun dan memeluk/ menghormatinya pertanda ia penuh santun dan tidak sombong.

Pada pertandingan ini kedua pesilat sama-sama bertanding dengan penuh semangat dan percaya diri, bertanding dengan kaidah silat dan tidak saling mencurangi. Begitulah seharusnya sikap seorang pesilat, akhlaknya terpuji dan selalu rendah hati, selalu jujur untuk meraih berprestasi.

Saya kira sikap dan mental itu adalah hasil didikan yang baik dari kedua orang tua, guru dan pelatihnya. Doaku semoga adik-adik dapat meraih cita-citanya, tetap semangat dalam berlatih dan teruslah berjuang untuk meraih prestasi, menjadi kebahagiaan dan kebanggaan kedua orang tua, guru dan pelatih serta organisasi tercinta PersaudaraaN Setia Hati Terate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × five =