Keutamaan Anak Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Alhamdulillah, pagi ini diberikan kenikmatan untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Al-Mukarromah Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Jakarta Utara, dilanjutkan dengan duduk bersimpuh untuk mendengarkan tausiah subuh, ceramah agama yang disampaikan oleh pak ustadz dan materi lebih difokuskan kepada masalah Keutamaan Anak Berbakti Kepada Kedua Orang Tuanya.

Diantara amalan sholeh yang disegerakan pahalanya di dunia adalah amalan sholeh seorang anak manusia kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibunya. Dan diantara dosa yang disegerakan balasannya di dunia adalah durhaka kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibunya.

Alkisah diriwayatkan bahwa pada waktu yang telah lampau dari kalangan Bani Israil, ada seorang anak yang sholeh dan taat beribadah kepada Allah SWT yang bernama Juraij. Suatu ketika ibunya sangat ingin menemuinya. Ibunya mencari dan memanggil-manggil namanya. Karena Juraij sedang shalat, ia lebih memilih meneruskan shalatnya daripada panggilan ibunya.

Ibunya memanggil-manggil nama Juraij anaknya sebanyak tiga kali panggilan, tetapi Juraij tidak menjawab panggilan ibunya walaupun sebenarnya Juraij ragu lebih memilih meneruskan shalat sunnahnya atau menjawab panggilan ibunya. Karena ibunya merasa jengkel panggilannya tidak dijawab oleh Juraij, setelah panggilan ketiga ia pun mendoakan supaya Juraij tidak mati sebelum dipertemukan dengan seorang pelacur dan Juraij pun mendengar doa ibunya saat ibunya sedang marah itu.

Mendengar keshalehan dan ketaatan Juraij kepada Allah SWT, ada seorang wanita pelacur yang mengatakan kepada khalayak ramai bahwa ia sanggup menggoda ketaatan Juraij. Wanita itupun pergi menuju tempat dimana Juraij beribadah kepada Allah SWT, menggoda dan merayu Juraij untuk berbuat ingkar kepada Allah SWT. Tetapi Juraij tidak bergeming, tidak mau melayani ajakan wanita pelacur itu.

Wanita itu malu tidak dapat menggoda Juraij dan malu kepada orang-orang karena tidak sanggup menggoda Juraij sebagaimana janjinya. Maka saat ia bertemu seorang penggembala sapi di sekitar bukit dimana Juraij berada, maka wanita itu menggoda dan berhasil merayu penggembala sapi itu untuk berbuat mesum dengannya.

Hari berganti hari dan bulan berganti bulan akhirnya diketahui kalau wanita itu hamil dan melahirkan seorang anak. Wanita itu menyampaikan kepada raja bahwa anak itu adalah anak hasil hubungannya gelapnya dengan Juraij. Juraij pun ditangkap karena dituduh telah berbuat dzolim yang akan mengundang murkanya Allah SWT. Juraij hanya tersenyum saat ditangkap dan akan diadili karena ia teringat akan doa ibunya dan merasa tidak bersalah.

Saat diadili untuk mendapat kebenaran sesungguhnya, Juraij pun ijin kepada raja untuk menanyakan kepada si jabang bayi, siapa sebenarnya ayahnya. Dengan ijin dan kekuasaan Allah SWT, bayi itupun menjawab bahwa ayahnya adalah seorang penggembala sapi yang ada dekat dengan tempat Juraij beribadah. Bayi itu adalah salah satu bayi dari dua bayi yang dapat berbicara dengan seijin Allah SWT yang banyak diceritakan.

Juraij pun akhirnya dibebaskan dan ia memohon ampun kepada Allah SWT dan memohon maaf kepada ibunya karena ia telah berdosa dengan tidak menjawab panggilan ibunya ketika ia sedang shalat sunnah dulu sehingga mengundang murkanya orang tua. Dan kisah ini dijadikan salah satu dasar diperbolehkannya untuk membatalkan ibadah shalat sunnah untuk mentaati seorang ibu yang telah bersusah payah lagi lemah saat mengandungnya, melahirkannya dan membesarkannya hingga dewasa.

Terima kasih sudah membaca tulisan singkat Keutamaan Anak Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, semoga bermanfaat untuk kehidupan kita baik di dunia maupun diakhirat, aamiin ya rabbal’alamiin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 2 =