Mas Misran Bahagia Menjadi Guru

Alhamdulillah, saya pernah bercita-cita jadi seorang guru, pernah menjadi guru dan berbahagia menjadi seorang guru.

Pengalaman saya menjadi guru di SMP Hang Tuah 3, mengajar bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selama kurang lebih 15 tahun, mulai dari tahun 2001 sampai 2016. Bukan maksud hati ingin berhenti menjadi guru, tetapi karena mata pelajaran yang saya ajarkan dihilangkan dari kurikulum 2013.

Sebenarnya ditawarin juga sih untuk mengajar pelajaran Prakarya, tapi karena tidak cocok dengan materi ajar, saya lebih memilih duduk dibelakang meja, menjadi Kepala Tata Usaha dan Operator Sekolah SMP Hang Tuah 3 Jakarta Utara.

Tidak ada yang perlu disesali dari sebuah pilihan keputusan. Kalau dulu bercita-cita ingin menjadi guru dengan harapan dapat menyampaikan ilmu yang bermanfaat, Insyaallah tidak menjadi guru formal di sekolah pun semoga tetap bisa menyampaikan ilmu yang bermanfaat untuk orang lain, diantaranya melalui melatih Pencak Silat dan mulai belajar menulis.

Kenapa saya dulu pernah bercita-cita menjadi guru? Sedikit yang saya ingat, karena kalau kita mengajak orang lain kepada kebaikan dan orang yang kita ajak kemudian berbuat baik mengikuti ajakan kita, Insyaallah kita juga akan mendapatkan pahala sebanyak yang ia dapatkan pula. Sebagaimana H.R. Muslim berikut ini, “Barang siapa menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya”.

“Barang siapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun”. H.R. Muslim

Bahkan menurut hadits yang lain juga disampaikan bahwa pahala itu juga akan terus mengalir walaupun kita sudah wafat. “Jika seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali 3 perkara, shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya”. H.R. Muslim.

Sampaikanlah ilmu walaupun hanya satu ayat! Semoga itu menjadi amal kebaikan, dan pahalanya terus mengalir kepada kita walaupun kita sudah tiada, aamiin ya rabbal’alamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 8 =