Tablig Akbar 10 Muharram 1441 H di Masjid Jami Al Mukarromah Lagoa Koja

Alhamdulillah, Senin tanggal 9 September 2019 ba’da Shalat Maghrib sampai ba’da Shalat Isya (18.30 s.d 21.50), saya mengikuti Tablig Akbar Muharram 1441 H di Masjid Jami Al Mukarromah Lagoa Koja Jakarta Utara, dengan tema Hijrah Menuju Peningkatan Iman dan Taqwa, dengan penceramah utama Habib Asegaf Abdullah Bin ali Asegaf dan Ustadz Maaher At thuwailibi.

Selain Tausiah Agama Islam yang disampaikan oleh guru-guru kita itu, diisi juga dengan pemberian Santunan Anak Yatim Piatu di Lingkungan Masjid Jami Al Mukarromah dan Shalawatan yang diiringi dengan Hadroh Masjid Jami Al Mukarromah Lagoa Koja Jakarta Utara. Jamaah pengajian juga dapet snack kue dan minuman gratis.

Pengajian malam ini benar-benar istimewa, semoga jamaah yang hadir dalam Pengajian Rutin Senin Ba’da Maghrib, dan malam ini dalam bentuk Tablig Akbar, mendapatkan ilmu yang barokah, ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan diri dan keluarga, di dunia dan di akhirat kelak, aamiin yabrabbal’alamiin.

Teman-teman, sebagian nasihat yang disampaikan oleh Habib Asegaf Abdullah bin Ali Asegaf malam ini adalah, agar kita dapat menyempatkan diri untuk belajar ilmu agama, menghadiri majlis ilmu, berkumpul dengan orang-orang sholah, dekat-dekat dengan ulama, agar mendapatkan barokah, ilmu dan ridho Allah SWT. Kenapa harus dekat dengan ulama? Karena ulama adalah pewaris para nabi.

Kalaupun kita memiliki banyak buku-buku agama, kitab tafsir Al-Qur’an dan Hadits, tetap kita harus belajar kepada ulama atau belajar kepada guru-guru yang paham ilmu agama, sehingga tidak tersesat karena salah menafsirkan arti dan makna dari kitab/tafsir Al-Qur’an dan Hadits.

Ustadz Maaher At thuwailibi dalam ceramahnya mengajak jamaah untuk banyak bersedekah, menyantuni anak yatim piatu, membantu saudara muslim kita yang kekurangan. Insyaallah, jika kita memudahkan urusan saudara kita di dunia, Allah akan memudahkan urusan kita di akhirat.

Ini adalah pertama kalinya saya mendengar ceramah Ustadz Maaher At thuwailibi. Kesan pertama saya mendengar suaranya yang menggelegar maka beliau adalah orang yang keras. Tetapi sebelum menyampaikan tausiahnya kepada jamaah yang hadir, beliau memperkenalkan asal usul dirinya dan orang tuanya, dan ternyata beliau dari Medan, khas dengan suaranya yang keras.

Teman-teman, Allah akan memberikan kemudahan bagi hambanya yang dikehendakiNya untuk belajar dan menuntut ilmu, jika ada dalam hati bisikan untuk menuntut ilmu di majlis ilmu, maka berangkatlah! Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu.

Belajar ilmu dunia penting, belajar ilmu akhirat juga lebih penting. Carilah ilmu dunia seakan-akan engkau akan hidup selamanya di dunia, dan carilah ilmu agama seakan-akan engkau akan mati esok hari. Jangan lupakan kehidupan duniamu, juga jangan engkau lupakan kehidupan akhiratmu.

Terima kasih sudah membaca tulisan singkat ini, semoga bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia dan di akhirat, aamiin yaa rabbal’alamiin. Mas Misran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × five =